Tanpa Karena

Sebelum dengar lagu Fiersa Besari yang berjudul tanpa karena, aku inget2 kata ini sering aku dengar tapi siapa yang bilang. Ternyata Si Luqman Fathul Aziz, yang sangat suka membaca buku2 sastra. Aku bilang ke Teh Nur, “Teh Mau denger enggak sebelum kita mendengar kata2 Tanpa Karena judul lagu Fiersa Besari, pernah dipopulerkan oleh Luqman” “masa sih Nenk?” . Teh tuh luqman, kita dengarkan dia bercerita.

Akhirnya luqman bercerita tentang kisah Ramayana tentang Rama dan Shinta, jujur aku sering dengar cerita ini secara saudaraku dijawa banyak yang namanya Rama dan Shinta dari kisah pewayangan dan aku sedikitpun tidak tertarik membacanya. Ternyata ceritanya Rama bersaing dengan Rahwana untuk mendapatkan Shinta dengan mengalahkan salah satu pesaingnya yaitu Rahwana. Buatku cerita Rama dan Shinta, percintaan yang biasa. Aku lebih suka menyorotinya tentang Rahwana yang mencintai Shinta tanpa syarat seperti lagunya Fiersa Tanpa Karena

ku tak peduli kalau kau bukan yang termanis
ku tak peduli kalau kau bukan yang terpintar
kau istimewa

walau terkadang menyebalkan
ketidaksempurnaanmu menyempurnakanku
kita punya seribu alasan untuk menyudahi
kita punya sejuta alasan untuk melanjutkan
rasa ini takenal kadaluwarsa
tak perlu selamanya cukup sampai ujung usia
lewati susah senang pantang menyerah
karna aku menyayangimu tanpa karena
kala tatkala usia kita delapan puluh
dan tidak mampu lakukan apa apa lagi
ku berkeriput memenuhi kepala kita
kukanmenemanimu di kursi goyang
kita bercerita tentang masa muda

rasa ini tak kenal kadaluwarsa

(Fiersa Besari, Tanpa Karena)