Cinta Itu Sederhana

Memang cinta itu sederhana, kita balas mencintai orang yang mencintai semua selesai tapi hidup tidak sesederhana itu.

Sepenggal lagu langit sore

Cinta itu sederhana,Yang rumit itu kamu, Mencintaimu itu mudah, Yang sulit adalah membuatmu juga mencintaiku, Aku mengerti bahwa bahagiamu bukan denganku Niscaya semua luka kan sembuh bersama waktu .

Perkataan itu pernah Aku dengar puluhan tahun lalu. Lagu itu mengingatkan aku pada sahabatku, saat kecil kita sering main catur bareng dan saat ABG kita lebih sering makan, nonton, lari pagi dan banyak hal lagi. Aku inget kamu orang yang aku cari saat aku butuh teman bicara dan setelah aku menikah kamu menghilang seperti di telan bumi tapi semesta tidak ingin kita tidak menyelesaikan masalah akhirnya pertemuan tidak sengaja itu terjadi di bis dan kami naik kereta api bersama-sama.

Obrolan kita tidak seperti dulu lagi sudah tidak ada canda tawa seperti dulu, terlihat sekali kamu sangat tersiksa berbicara lama2 denganku aku juga sama merasa bersalah yang tidak pernah bisa memilihmu menjadi pacar apalagi suami. Tapi kamu perlu tau tidak mudah menghilangkan perasaan sayang seorang sahabat, kamu berkata pada sahabatku. Kata kamu dari kecil kamu telah jatuh cinta dengan aku. Aku tau, saat berangkat sekolah ada cowok memandangiku dari kejauhan dan begitu bahagia ketika aku lewat. Jujur aku berdoa tidak ada masa dimana kamu menyatakan cinta agar persahabatan kita abadi berkesan sangat egois jujur itu doaku, aku butuh kamu sebagai sahabat tidak lebih. Bagi sebagian cewek kamu adalah cowok impian ceria,  pintar matematika, suka basket dan suka musik.

Hingga saat ini kamu beranggapan aku wanita jahat dan tidak punya perasaan, kalo aku bisa memilih pasti aku pilih kamu jadi pacar atau suamiku pada saat itu. Tapi perasaan jatuh cinta sama kamu tidak kunjung tiba, belasan tahun aku menunggu dan akhirnya menyerah. Saat itu kita punya perasaan yang sama, kamu perasaan jatuh cinta dan aku perasaan mencoba mencintai. Tapi setiap kali aku mencoba selalu gagal, Friend Zone itu yang bikin aku nyaman. Setiap kali melewati area gelangan olahraga wajahmu dan senyummu yang selalu aku ingat, tidak  semudah itu menghapus persahabatan kita walaupun akhirnya luka. Aku fikir setelah 10 tahun tidak bertemu, perasaanmu akan tetap sama sebagai sahabat ternyata kamu bilang tidak semudah itu menghapus perasaan cinta itu pesanmu ke temanku. Sudahlah memang persahabatan kita tidak ada jalan pulang dan hanya jadi cerita kita di masa ABG. Terimakasih, selalu mencoba membuat aku tertawa saat aku mencari jati diri. Sekarang kita seperti dua orang asing yang tidak punya cerita, buatmu luka itu enggak akan pernah sembuh dan buatku hidup enggak perlu dibuat rumit kalo memang semesta mentakdirkan kita sebagai sahabat ya sudah terima takdir itu. “Aku korbannya dan bukan kamu, semudah itu kamu bilang”itu pasti yang ada didalam hati kamu.