Uncategorized

Profil Wirausaha (Rizka Rahmatiana)

Habiskan dulu jatah gagalmu, baru kamu akan sukses

(Riezka Rahmatiana)

Perkenalan dengan Rizka di Tahun 2011, berawal dari mengajar Kewirausahaan. Terdapat materi mencari role model dan memberikan tugas kepada murid-murid untuk bercerita di depan kelas tentang Pengusaha yang mereka kagumi dan sikap apa yang dapat dicontoh. Pada saat itu ada yang bercerita Merry Riana, Bob Sadino, Bill Gates dan salah satu murid bercerita mengenai Rizka Rahmatiana. Nama itu buat aku asing banget saat aku lihat photonya, wanita ini cantik dan imut akhirnya aku googling menemukanlah Facebooknya. Akhirnya aku mengirimkan pesan singkat pada hari senin yang isinya mengajak ketemu di hari Sabtu dan dia jadi pembicaranya dengan budget seadanya saat itu. Tidak berapa lama Rizka membalas pesanku dan mengiyakan tanpa menanyakan honor. Akhirnya langsung aku buat banner dan tempat acara dengan seadanya yang terpenting saat itu targetku yaitu agar Rizka menjadi Role Model untuk anak didikku.

Pada Hari Sabtu Pukul 09.00 aku janjian untuk ketemu di KFC Branang siang, sesuai bayanganku Rizka begitu cantik dan imut seperti Model Andara Early. “Kamu cantik banget sih Rizka, seperti Andara Early” Rizka tersenyum malu2. Mba aku ke toilet ya “Mau aku anter” “enggak usah aku sendiri aja” Penilaian saat pertama melihat Rizka yaitu cantik, energik dan mandiri. Sepanjang jalan kami bercerita banyak hal. Anak didikku begitu bersemangat melihat Rizka Rahmatiana, ketika Rizka Rahmatiana presentasi semua anak didikku diam dan terkagum-kagum. Jujur hari itu aku puas banget dengan acara yang cukup sederhana dan pesannya tersampaikan kepada anak didikku.

Sebelum pulang aku ajak makan Rizka di salah satu restaurant ternama di Bogor, kami makan berempat seperti double date. Disepanjang makan siang banyak hal yang kami bicarakan hal yang ringan, sesekali kami menggoda salah satu SPGnya dengan mengetes seberapa paham mereka akan tempat magang mereka. Seru banget hari itu banyak hal yang aku dapat, kata suamiku “gila ya kamu bayar berapa Rizka kok dia mau, jarak antara Bandung dan bogor itu tidaklah dekat, kamu taukan hari Sabtu betapa macetnya diperjalanan” dalam hatiku suatu hari nanti aku akan bales dengan tenagaku ntah kapan aku akan ketemu dia lagi.

Siapa Rizka Rahmatiana?

Riezka Rahmatiana merupakan  owner Ezka Giga Pratama Founder Just mine pisang ijo. Lahir di Mataram, 26 Maret 1986. Prestasi Yang Pernah di raih, menjadi pemenang Young Caring Professional Award 2011, ia juga pernah menjadi juara 2  Wirausaha Muda Mandiri tingkat Jawa Barat 2008,  Finalis Wirausaha Mandiri tingkat nasional 2008,  terpilih sebagai Pemuda berprestasi bidang Ekonomi dan Kemakmuran 2010, Best UKM Award Spirit Entrepreneurship 2010, dan Satya karya Adisiswa Padjadjaran 2010.

Persahabatan kami berdua tidak hanya sampai disitu, Tahun 2012 pada saat aku kerja di Bandung aku sempatkan untuk bertemu dengan Riezka. Aku masih ingat pada saat itu Bulan Juli aku janjian dengan Rizka, tapi karena sibuk kerja aku bisa bertemu dengannya sehabis Magrib. Kata Suamiku “dari tadi Sore banyak yang Nelp Riezka demi kamu, Rizka membatalkan semua”.

Pada tahun 2016 Tepatnya Bulan April hari Kamis untuk tanggal saya agak lupa, Rizka Telephone minta tolong untuk aku jadi Photographer acaranya. Jujur kalo bukan karena Rizka aku males untuk jadi Photographer, Photography hanya sekedar gambar yang aku abadikan dan tidak ingin aku lupakan. Buatku kenangan indah itu suatu hal yang bukan untuk dibagikan ke orang lain tapi untuk dirasakan terkadang dengan melihat photo seperti telempar pada dimensi lain, kenangan tetap ada walaupun sekeliling telah berubah. Sebelum acara aku ketemu Rizka, aku teringat dengan Aquino Umar akhirnya aku wa untuk ketemu bertiga. Kami bertiga berbicara banyak hal aku ketemu ngobrol dengan dua orang yang sangat famous, semua makanan yang bayar Aquino. Hari itu Aquino Umar begitu bahagia ketemu Rizka, katanya moment ini enggak bisa dinilai drngan uang begitu banyak ilmu yang di dapat dari Rizka. Aku tersenyum bahagia, misiku tercapai. Karena kesibukan kami bertiga moment untuk ngobrol bertiga sangatlah langka. Aku kangen masa dimana banyak waktu luang untuk mengobrol dan bertukar fikiran atau saling mendukung.

Pada tahun 2017, Rizka menelphone dari Bali. Mba bisa bantu aku enggak?aku lagi dibali. Bantu apa jawabku, lalu Rizka menjelaskan dan aku langsung mengiyakan. Bersyukur saat itu ada beberapa tim ku yang bisa diandalkan. Buatku acara ini paling spektakuler, biasanya aku hanya jadi penonton seolah aku memerankan sebagai penggantinya Rizka. Kurang lebih hampir seminggu aku membantu Rizka, saat itu aku ikut meeting dan bertemu dengan beberapa pengusaha. Kesempatan itu tidak aku lewatkan untuk mewawancarai pengusaha-pengusaha. Para pengusahanya balik nanya, Pertanyaan mereka yaitu sahabat Rizka dimana? Jawabku singkat ya sahabat aja, enggak satu kampus karena Rizka usianya jauh dibawahku.

Uncategorized

Sarapan Denganmu

Aku dan Dia berkenalan dengan tidak sengaja, perkenalan yang diawali dengan titik yang sama menunggu Bis Jemputan. Hampir setiap hari dia berlalu tepat dihadapanku, “dalam hatiku ini cewek tinggi amat ya” Ketika aku ambil Raportnya Bintang, Lah ketemu dia lagi. Dimanapun kok ada dia ya, akhirnya aku beraniin untuk menyapa duluan. “maaf Mba, kemarin aku melihat Mba disekolah anakku” Ternyata anaknya bersekolah, disekolah yang sama dengan anakku dan rumah kami berdekatan aku bisa lihat rumahnya dari rumahku. Semenjak itu setiap kali bertemu pasti ada aja yang kami bahas, seolah takdir ketika acara disekolah Bintang, kami selalu dipertemukan dan duduk bersebelahan. Tinggimu, cantikmu, kelincahanmu, dan gaya bicaramu yang ceplas ceplos dan apa adanya sangat mengingatkanku pada Nenk Dewi. Kalian sama2 wanita sunda yang satu sukabumi dan yang satunya bandung.

Aku sangat suka ketika kamu bercerita tentang banyak hal, kamu yang sangat suka menganalisis banyak hal, “mba aku mau beli buku buat anak, Mba Mau nitip yang mana?” “aku beli yang kamu beli” trus dia tertawa. Setiap kali yang kamu lakukan pasti telah dipertimbangkan masak2.

Pada Hari Selasa Tanggal 6 Agustus 2019, aku menunggu bis seperti biasanya ternyata Pak Supirnya sakit akhirnya aku punya ide kenapa enggak ikut jemputannya yang dinaikin oleh tetanggaku. Begitu bahagianya aku melihat wajahnya, “Mba aku ikut jemputanmu ya trs satu lagi teraktir aku makan dikantormu” Harusnya aku manggil dia bukan Mba, karena usianya jauh dibawahku. Kayaknya Manggil Nenk aja. Temanku ini kerja disalah satu kantor Auditor. Sepanjang sarapan kami berdua bercerita banyak hal, bercerita mengenai lingkungan rumah dan membahas group komplek kami dan ternyata tempat curhat kami sama. Tapi aku sebal kenapa harus bahas kalori, dalam hatiku dia sekurus itu aja masih menjaga makanan dan rajin berolahraga. Aku berasa hari itu diperhatikan banget oleh si Nenk ini, makasih ya Nenk untuk sarapannya. Nenk ini pun menunggu aku hingga mendapatkan Gojek, “udah masuk sana” Nenk ini tertawa menunggu aku berlalu dihadapannya.

Sepanjang dikantor aku pandangi wajah yang semakin menggemuk tapi kalo diet kayaknya enggak bisa. Buatku makan itu salah satu surga dunia, aku sangat menghargai makan2 enak karena disajikannya pasti dengan cinta. Mulai merayu suamiku agar aku di ijinkan fitness “maaf ya cin, untuk itu aku tidak memperbolehkan”

Uncategorized

Amnesia

Pada Hari Senin tanggal 13 Mei Tahun 2019, saya menengok Bapak kos saya waktu itu baru aja habis operasi. Tahun 2011 saya ngekos, waktu itu suami saya kerjanya masih di Tendean. Kosannya memang tidak terlalu besar tapi nyaman dan hommy banget karena Ibu kos dan keluarganya begitu baik banget mereka menganggap udah kayak kelaurga sendiri, pernah beberapa kali saya ikut makan malam bersama keluarga ibu kos. Ketika pamit untuk tidak ngekos sampe saya menanggis, pasti saya akan kangen dengan kebaikan mereka.

Keluar dari kantor saya melihat ojek langganan mereka tersenyum dari kejauhan , “Mba mau dianter ke Cawang?” “bukan aku mau ke pejaten” langsung berubah wajahnya “kalo gitu jangan ama saya” “”lu berapakali bikin gw sakit hati” trs untuk ojek itu bilang apa langsung aku jawab “bodo”.

Akhirnya ada tukang ojek yang mau mengantar saya ke Pejaten, disepanjang jalan seperti biasa kami bercerita aku naik ojek pangkalan itu udah hampir 13 tahun saat lembur untuk menyusun Laporan Keuangan, karena 13 tahun lalu gojek belum trend seperti saat ini. sebelum ke Tempat Ibu Kos saya mampir dulu ke Toko Buah, berharap dapat diskon akhirnya saya berlagak seperti orang jawa. Penjual buahnya percaya bahwa saya memang orang Jawa (Ortukukan Jawa,memang saya orang jawa) sampe akhirnya pertanyaan yang bikin saya terdiam. “Mba Lahir dimana?” saya agak terbata-bata menjawabnya “ortu saya orang jawa dan saya lahirnya di Bogor” dengan senyum-senyum tukang buah bilang “wajahmu cantik, kamu lebih cocok jadi gadis sunda” dalam hati saya, gagal deh gw dapat diskon. “Mas terus bonus buat saya apa? saya udah belanja banyak loh” “saya kasih satu jambu” dengan wajah BT saya langsung berlalu “Makasih ya Mas”

Akhirnya saya sampe juga dikawasan pejaten karena lewat buncit dan saya lupa beloknya kemana, “Mba beloknya kemana?” “Tunggu, saya lupa” akhirnya belok2 terus saya bilang “Mas Maaf ya, saya masih lupa belokannya” “tapi kalo dari jalan raya saya ingat” akhirnya saya mencari jalan besar, ternyat saya ingat. “Mas, ini rumahnya. sekarang mas pulang aja” “tukang ojek itu melihat wajah saya. “Mba, beneran? takut salah terus ntar Mbak pulangnya gimana?” “enggak usah difikirin, saya yakin ini rumahnya” dengan sedikiti pembelaan saya bilang tadi lupa jalan karena udah delapan tahun enggak kesini. “oh gitu, yaudah saya tinggal ya Mba”

Tampak dari depan Kosan itu masih sama seperti dulu ya tidak ada yang berubah, masuk keruang tamu masih sama seperti dulu. “Dinda itu kolam renang, aku pengen nyebur” Dalam hatiku enak banget ada meja didekat kolam renang, menulis sambil mendengarkan gemericik air. (kalo airnya ada yang mainin, impianku di dalam rumah ada sudut untuk aku menulis). Dinda Masih cantik seperti dulu, dua anaknya udah beranjak ABG. Seperti Biasa aku, dinda dan ibu kos ngerumpi sambil senyum2 dan wajah mereka sesekali menggodaku dan mengingatkan bagaimana stressnya aku ketika belum punya anak. Mereka bercerita betapa bahagianya waktu aku memberikan mereka Batik, karena saat itu aku punya butik dan sekarang tinggal cerita… karena berantem dengan penjahit dan pemasok. banyak yang menyayangkan kenapa bisnisnya tidak dilanjutkan. Bersyukur ketemu orang baik seperti kalian (Kalo kata Fiersa Besari adalah Konspirasi Alam Semesta)

Uncategorized

Kembali ke titik itu

Pada awal april 2019 sampe dengan tanggal 15 April, aku bingung apa yang terjadi dengan diriku. Kata bapakku dan suamiku aku disuruh ke psikiater atau diruqyah, saat itu dalam hatiku kayak enggak punya Tuhan. Bukan begitu kata bapakku, kamu tuh stress dan suamiku juga bilang kamu harus diruqyah ada yang salah pada dirimu. Buatku serahkan semua aja ke Allah, Allah tau yang terbaik buat hambanya. Memang saat itu aku lagi enggak pengen apa2 selain shalat, ngaji dan bersih2 rumah. Suamiku sampe bingung kamu enggak ada capenya nyuci baju dan bersih2 rumah, dalam hatiku please kalian jangan cerewet kepala aku lagi ruwet..😁.. Aku sangat suka menyuci baju dengan menggunakan tangan. Itu cara aku untuk melampiaskan kekecewaan dan kesedihan dalam hidup, seakan aku enggak butuh siapapun aku hanya butuh untuk memulihkan energiku seperti sedia kala itu aja.

Setelah rasa sedih dan kekecewaan itu hilang, aku ingin ketempat yang bikin aku bahagia. Aku ketempat itu seolah aku bisa merasakan apa yang aku rasakan dulu, perasaan bahagia dan perasaan mempunyai sahabat dan aku agak lupa apakah benar dia yang menemaniku waktu kecil. Aku hanya ingat ada seorang sahabat atau teman yang waktu kecil menemaniku main sepeda, minjemin beberapa kaset, main kartu dan main catur dan kita pernah punya usaha bikin penyewaan majalah dengan kotak uang yang diberinama kita berdua, satu lagi manjat tembok untuk sampe ke atap genteng. Dia selalu lihat wajahku, kalo wajahku lagi cemberut kamu langsung pergi tanpa ingin berlama2 denganku. Ternyata moment2 itu terekam indah di fikiranku, terimakasih udah jadi sahabatku dimasa kecil.

Akhirnya aku cari nomer HPmu, Aku penasaran kamu atau kakakmu yang selalu menemaniku waktu kecil. Ternyata memang kamu, Bahagia bisa berbincang2 yang enggak penting terakhir kita berbincang udah lama sekali, katamu kamu lupa dengan masa kecil kita, aku terdiam terserah kamu kalo memang lupa ya udah. Terimakasih telah memberikan kenangan yang begitu indah, sekarang semua telah berbeda kamu dengan jalanmu dan aku dengan jalanku. Satu kesamaan kita, sama-sama terdampar dikeuangan, gaya bahasamu dalam membalas chatku masih sama seperti waktu kecil selalu cuek dan apa adanya.

Di depan teras rumah
Fana merah jambu, ku berdua
Momen-momen tak palsu
Air tuhan turun, aromamuTersalurkan aliran syaraf buntu
Martin tua media pembukaBerdansa sore hariku
Sejiwa alam dan duniamu
Melebur sifat kakukuHal bodoh jadi lucu
Obrolan tak perlu kala ituTersalurkan aliran syaraf buntu
Martin tua media pembuka (Fana Merah jambu – Fourtwnty)

Uncategorized

Sempitnya Duniaku

Pada tahun 2009 usia pernikahanku menginjak tahun kedua akantetapi belum juga dikarunia anak, daripada kepala tambah pusing sehabis pulang kantor aku mampir ke Mall Botani Square, jarak Mall dan rumah tidak terlalu jauh saat itu letak rumahku dipusat kota Bogor. Dimall itu kerjaanku hanya makan sendiri kadang kalo bosen aku kerumah sahabatku yang letaknya dibelakang Mall. Ternyata dikejauhan ada yang memperhatikanku “Fia, perasaan setiap kali gw lihat lu di Botani Square kerjaanmu cuman makan di tempatnya sama” saya tertawa mendengar omongan temanku itu “dalam hatiku, apa urusannya dengan lu”

Gerai Kosmetik menjadi hiburanku, mataku tertuju pada salah satu gerai Kosmetik lokal yang paling terkenal di Indonesia dan salah satu SPGnya yaitu wanita sunda yang cantik banget bernama Isma. “Isma, Matamu Indah banget ya. ajarin aku dong” Dari dulu aku punya ambisi bisa menggunakan bulu mata palsu jadi kalo ke pesta semua mata tertuju pada mataku tapi lebih tepatnya saat ke Pesta aku enggak usah kesalon semua bisa dilakukan sendiri intinya aku enggak mau tergantung orang karena kalo tergantung orang lain banyak energi yang keluar dari hasil analisa aku. Akhirnya kami berdua menjadi seperti seorang sahabat, sahabat yang bukan arti sebenarnya. Jika temanku butuh untuk jasa makeup aku beri nomer HPnya, sempat demo makeup sekali dirumah Dinda. Setelah itu hubunganku jauh, pada bulan Oktebor 2018 aku butuh jasa Makeup untuk demo dikomplekku akhirnya aku teringat dengan Isma.

Seperti biasanya Isma selalu tepat waktu, kami seperti sepasang sahabat yang sudah lama tidak bertemu kurang lebih 8 tahun. Saat demo kami berdua saling memuji dan tertawa, seperti biasa sebelum pulang aku merapihkan bekal buat Isma. Keesokan harinya Isma wa, “Mba Kenal suamiku enggak?” coba kirim Photonya. Aku tertawa tidak percaya bahwa suaminya Isma adalah sahabatku waktu SMA “dia sahabatku waktu SMA” Duniaku sempit banget.

Uncategorized

Tepat dua tahun lalu

Tanggal 19 Mei 2019 tepat dua tahun kepergian Nenk cantik, setiap kali aku melihat telkomsel selalu ingat dirimu. Beberapa kali kita berangkat ke kantor sama2, biasanya kita bercanda dan tertawa dan bermimpi apa yang ingin kita capai. Jujur baru tahun ini aku benar2 ikhlas dengan kepergianmu, aku berasa masih punya janji kepada dirimu, saat itu aku janji lebih menyayangi diri sendiri dan lebih memikirkan kesehatan tidak kerja melulu.

Photo2mu masih aku simpan rapih di album photoku, memang dari dulu aku begitu sayang kepadamu seolah2 kamu benar2 adikku. Tatapan matamu dan aura kebaikanmu masih sangat nyata aku rasakan. Aku sadar kerasnya hidupmu membentuk pribadi yang sangat sempurna cantik dan baik, saat kita kecil aku selalu mengintip dirimu disela-sela jendela dalam hatiku saat itu “Bahagianya punya adik sepertimu, cantik pake baju apa cocok” perbedaan usia 6 tahun membuat kita tidak bisa dekat, sampai akhirnya ketika kita sama2 dewasa banyak kesempatan untuk kita bercerita banyak hal. Dulu ibumu selalu bilang “kalian berdua itu cocok sebagai sahabat”  Ditahun 2007 saat suamiku tugas diluar, rumahmu menjadi salah satu tempat nyaman untuk aku beristirahat.

Terlalu keras aku kepadamu membuat aku menyesal, tapi itu semua karena aku sayang sama kamu nenk cantik.. Jalan-jalan menyelusuri kota Bogor dan menghadiri seminar2 wirausaha itu sering kita lakukan dan buku wirausaha yang kita beli 10 tahun lalu masih aku simpan rapih. Untuk saat ini hanya doa yang bisa aku kirim dan kebaikan2mu aku contoh semoga jadi amal jariyahmu ya Nenk cantik.. Insyaallah kita ketemu nanti di surga Allah.

Uncategorized

Jaket Baru

3 Minggu yang lalu saya di ajak suami ke mall, katanya kamu pilih baju yang kamu suka sayang. Ada satu hal yang bikin suami tambah cinta, katanya ada kejadian yang bikin dia takut kehilangan. “kalo enggak ada kamu, apa jadinya aku” aku jawab kemana aja kamu” trs kalo aku ngajakin kamu backpacker kamu mau dong “kalo itu tetap aku enggak mau” katanya cinta..hahahahahha….

Ketika aku melihat baju di mall harganya kok mahal ya, karena ada salah satu mall di bogor dengan budget 150 aku dapat baju yang lumayan bagus malah kadang dibawah itu. Akhirnya aku memutuskan untuk tidak membeli baju, pandanganku tertuju pada jaket parasut berwarna hijau.

Saat membeli jaket aku membayangkan jalan2 di antara hijaunya pepohonan bersama sahabat yang aku anggap adik. Suamiku bertanya apa alasan kamu membeli jaket “ntah kapan aku pengen ke Jawa timur bersama sahabatku, keinginan itu udah dari kecil tapi saat itu aku belum tau alasan kenapa harus kesana”

Buatku sesuatu hal itu perlu alasan kecuali kebaikan, karena berbuat baik harus dari hati dan itu hubungannya dengan Allah bukan manusia. Dengan bahagianya aku wa sahabatku “adek, suatu hari nanti temani teteh jalan2 ya” “kemana teh?” “ke Jawa Timur” sahabatku ini dengan senengnya langsung menjawab “teteh aku belum pernah ke jawa timur”

Tahun ini satu Kakekku dari adeknya nenekku meninggal, berarti di Klaten udah enggak ada Kakek dan Nenek lagi. Untuk sementara ini aku ingin mudik ketempat lain, ternyata bapakku itu bukan asli Klaten ya beliau berasal dari Jawa Timur. Setelah itu aku ingin ke tempat2 garis keturunan anakku…Jujur aku suka sekali sejarah, menurutku gen dan lingkungan membentuk karakter sesorang..

Klaten buatku tetap rumah yang akan selalu aku tengokin karena semua saudaraku disana dan ada satu mimpiku tertinggal disana, semoga aku dan anak2 bisa mengwujudkannya.. Aamiin..