Uncategorized

Desa Hejo

“Mau dibawa kemana hubungan kita’

Sepenggal dialog antara Shinta dan Ardy, Cerita ini saya buat di tahun 2014. Cerita ini terinspirasi dari Vampire Diaries, Begitu sukanya dengan tokoh Damon dan Elena tapi saya membuat versi lain dari mereka. Saat membuat tokoh Shinta saya teringat dari keseharian Rosdiana, seneng saya melihat sosok cewek yang cantik, tinggi, baik dan jago menggambar. Ada pesan khusus untuk Diana dari cerita ini, jika Rosdiana Peka. Dulu seseorang pernah Mengatakan:

Dari semua cerita pasti ada yang mendasari cerita tersebut

Photo: Koleksi Pribadi
Model: Rosdiana
Sketa Tangan yang Buat Diana dan digambar ulang menggunakan photoshop oleh Baim

Cerita ini lebih mengisahkan kita bisa mencintai cowok tapi tetap keluarga yang terpenting, karena keluarga merupakan rumah yang paling nyaman.

Disini juga saya mengajarkan bagaimana mengelola energi negatif menjadi positif, semua orang harus punya Passion yang bikin mereka bahagia. Karena kebahagiaan datangnya bukan dari orang lain akantetapi dari diri sendiri

Advertisements
Uncategorized

Amazing Trip

Untuk kesekian kalinya aku kembali ke Kota kelahiran kedua orang tuaku, “ingat jangan sampe semua terputus, ada darah jawa di darahmu dan saudaramu banyaknya di Klaten”

Pesan yang selalu di ingatkan oleh Ibuku, Ibuku memang wanita jawa lembut yang karena merantau kebentuk jadi sosok yang tangguh dan kuat. Dalam hal bersosial ibuku jagonya, kadang aku suka males tapi ibuku mengajarkan bagaimana menjaga hubungan. “Dek, kapan kamu ke Klaten? ayo tengokin yang kita bangun” wajahku diam tanpa ekspresi sampe ibuku bilang “udah enggak usah mikirin biaya” baru wajahku bahagia. Sekarang lebih fokus untuk biaya sekolah anak yang lumayan mahal, belum lagi nyicil rumah. Jalan2 itu buatku kalo memang jika ada duit lebih dan harus direncanakan.

Suamiku yang memesan tiket dan penginapan, itulah kelebihan suamiku dia ikhlas kalo istrinya sesekali jalan-jalan. Syaratnya hanya satu harus jadi istri yang lembut dan bahagia, bukan jadi istri yang suka mendikte dan marah-marah (syarat yang sangat berat), akhirnya kalo sebal hanya diam dan denger lagu tapi dikomplain juga ngapain dengar lagu itu (salah juga) apalagi kalo yang di dengerin lagu teman2ku. Wajah suamiku langsung cemburu.

Ketika packing agak bingung, terbiasa bawa koper dan aku harus pake tas back pack agar lebih mudah ketika dijemput pake motor dan berpindah dari Klaten ke Jogya. Aku suka banget ke Jogya, sebenernya ke Jogya hanya ingin berbelanja ke tempat dulu yang sering aku datangi untuk berbelanja dan nanti aku jual kembali.

Wanita paling suka yang namanya selfie berhubung ingin membawa kamera jadi baju yang dibawa hanya dua setel, aku tiba di Stasiun Gambir sekitar Pukul 06.30 sedangkan kereta akan berangkat pada pukul 08.00. aku lebih suka menunggu daripada harus terburu-buru karena jarak rumahku dengan stasiun yang lumayan jauh. Aku ngeprint tiket dengan agak kebingungan karena udah lama sekali tidak naik kereta, Penjaganya begitu ramah. Jujur aku paling sebal banget dengan orang yang jutek kalo sebagai kasir dan CS, konsumen enggak mau tau apa yang terjadi maunya di layanin dengan ramah udah resiko pekerjaan kalo mau jutek harus dibelakang layar bukan di depan.

Perjalanan berkisar 8 jam, sampe di Stasiun Klaten Pukul 16.00 dan sepupuku sudah menunggu telah kuduga menjemputnya Pake Motor untung enggak bawa koper. Mbak kita kemana dulu, langsung kita ke tempat budek. Kabupaten Klaten suatu daerah yang tidak banyak berkembang gitu2 aja, kebanyakan anak mudanya merantau keluar daerahnya jadi perkembangan sangat lambat malah terkesan tidak ada. Jauh dengan Bogor yang perkembangannya sangat pesat. Dari tahun lalu aku sudah berfikir bisnis apa yang cocok di kabupaten Klaten agar masyarakatnya berkembang fokus dulu tempat kelahiran ortuku. Sayang banget kalo ada sumberdaya tapi tidak dimanfaatkan dengan maksimal, itu masih jadi PR beberapa tahun kedepan.

Perjalanan dari Stasiun Klaten ke rumah budek kurang lebih satu jam, rumah yang besar dengan mesjid persis disebelah rumahnya. Dulu rumah budek jadi tempat keluarga besar berkumpul, sekarang itu hanya tinggal kenangan karena hubungan kekerabatannya tidak sedekat dulu pada generasiku lebih sibuk dengan urusan masing-masing berbeda dengan generasi Ibuku yang sangat kekeluargaan. Bonding itu harus dari kecil dan terus menerus, karena yang mengikat itu kenangan indah. Kesehatan Budek menurun, budek dibawa ke jakarta untuk sementara waktu.

“Mbak kita kemana lagi?” “langsung ke Bendo aja ya” Tempat ini yang selalu aku datangin jika ke Klaten, dulu aku kesini karena Nenek sangat perhatian dan baik kepadaku. Setelah meninggal, alesan aku kemari yaitu Kakek setelah Kakek meninggal sebenarnya tidak ada alasanku kemari tapi persudaraanku tidak mau hanya terhenti di Kakek dan Nenek tapi berlanjut pada anak-anaknya juga. Ditempat ini aku lumayan lama, shalat, makan dan bercengkrama kadang mereka menggodaku “wanita menikah itu kemana-mana dengan suaminya bukan sendiri dengan tas ransel” aku diam dan tertawa.

Setelah selesai melepas rindu, Pukul 20.00 aku ke taman bermain yang dibuat ortuku, udah lengkap permainannya katanya ada yang memberikan bantuan pada pemilu kemarin. Kamar mandi juga udah bagus, disampingnya ada lapangan voli yang dimanfaatkan warga untuk berolahraga dan ada satu tempat dibuat untuk untuk pesta sederhana dan uangnya diputar untuk perawatan bangunan. Malam sudah semakin larut tapi satu lagi yang belum aku tengokin yaitu Pakde, banyak pesan sponsor untuk Pakde. aku udah enggak pernah ketemu tidak mungkin aku mengkritiknya, ini moment untuk melepas rindu bukan untuk menimbulkan kebencian dan kekesalan. setelah titipan dari ibuku aku sampaikan aku bergegas pulang dan menginap dirumah adiknya Mamah.

Sebelum tidur biasanya aku menyempatkan melihat IG group band kesayanganku kali aja lagi ada acara di Jogya jadi bisa nonton konser (Berkhayal). Ternyata Langit Sore ada Konser besok, aku tidak terlalu banyak berharap takut tidak kesampean. suamiku sangat paham kalo suka sesuatu sampe bosen itu aja yang dilihat dan didengerin. Tiap hari yang aku dengerin lagunya langit sore alhasil satu album hapal semua. Banyak orang yang tidak tau langit sore kata suamiku “itu band apa sih?” aku jawab “Pokoknya Bagus, kalo nyanyi dari hati” dalam hati suamiku enggak penting banget sih. (itu yang aku baca dari ekspresi wajahnya).

Lama Perjalanan dari rumah saudaraku ke Prambanan cukup jauh satu jam, hari itu aku sangat menikmati pemandangan sekeliling. Diotakku berfikir peluang usaha apa yang cocok disini, culture penduduknya seperti apa dan sumber dayanya apa aja.

Mataku tertuju pada Mesjid yang Megah, aku minta sepupuku untuk berhenti dan photo sejenak.

Mesjid Agung Klaten dibuat di lahan dengan luas 5.200 meter dan dapat menampung 3.000 jamah. Lahan tempat masjid Agung Al-Aqsha Klaten ini berdiri dulunya adalah terminal Bus utama di Klaten sedangkan lahan parkir dan tamannya dulunya merupakan salah satu gedung SMA Negeri 3 Klaten. Terminal Bus Utama Klaten kemudian dipindahkan ke dekat stasiun klaten. (sumber: visiklaten.com)

Akhirnya aku sampe di Prambanan, dari tahun dan ke tahun Prambanan selalu lebih baik. Tapi kesadaran masyarakat bahwa prambanan bukan lagi hanya milik Indonesia tapi milik dunia karena menjadi salah satu wisata yang dituju masih kurang, dibandingkan dengan negara maju contoh seperti Korea Selatan begitu tertib dan budaya antrinya sangat melekat .

Candi Prambanan terletak di desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman Jogjakarta. Berbeda dengan sejarah asli Candi Prambanan, nama dari candi ini sudah melegenda lewat kisah cinta tak sampai antara Bandung Bandawasa dan Rara Jongrang. (sumber: berdesa.com)

Cerita mengenai Prambanan terdapat dua versi Konon menurut legenda, Rara Jonggrang meminta seribu candi dalam satu malam sebagai syarat lamaran Bandung Bandawasa. Melalu bantuan mahluk jin, Bandung Bandawasa mampu menyelesaikan seribu candi yang pada akhirnya digagalkan sendiri oleh Rara Jonggrang. (sumber: berdesa.com).

Setelah puas photo dan melihat2 bentuk candi akhirnya Aku memutuskan untuk pulang, aku ingin duduk sebentar di cafe sambil minum jamu. Ketika aku asyik bercanda dengan sepupuku, aku mendengar yang jualan serabi sangat fasih berbahasa inggris dan menjawab semua pertanyaan orang asing dengan bersemangat. karena aku penasaran, aku dekatin Mbaknya “Mbak, bahasa inggrisnya Fasih terus ramah banget ya menjawab pertanyaan bule tadi” “Aduh Mbak, kalo enggak ramah mana ada yang mau beli daganganku” Aku tersenyum, aku ingat salah satu buku yang aku baca tentang marketing salah satunya melayani dari hati. Sekarang saya ingin tau bagaimana rasaya berjualan kayak mba “Duduk sini, gantiin saya” boleh saya jawab gitu. Rasa keju dan coklat yang mana?. Setelah sedikit memberikan briefing, aku berjualan sebentar” Dari kejauhan ada bule yang memperhatikan aku, ketika aku beranjak pulang. Bule itu teriak “Have a good day” aku tersenyum dan menjawab “Have a good day too”

Setelah ada tenaga lagi akhirnya aku bergegas untuk pulang dengan menggunakan Trans Jogyakarta. Takut salah turun akhirnya aku bertanya kepada cewek yang duduk disebelahku, “Mbak Kalo ke Malioboro turun disini” “ayo Mbak, kita turun” Dalam hatiku, salah turun harusnya turunnya enggak disini aku mau ke pasar bringharjo jalanku jauh banget energiku udah terkuras habis di Perambanan. “Mbaknya tertawa, Maaf ya Mba” “aku mau ke Mall Malioboro, itukan Mallnya” Dengan Pedenya Mba menjawab “Bukan” aku jawab itu Mall” aku tanya ke satpam “Pak ini Mall Malioboro kan?” “Iya Bu” dalam hatiku kapan Mba ini terakhir kesini. Aku putuskan untuk berpisah dengan rombongan ABG tadi, waktuku enggak banyak udah Pukul 15.00 Jam 17.00 aku udah harus di Jogya Expo.

Pada Pukul 16.30 aku ke Jogya Expo sendiri, ternyata itu beli buku senilai Rp 70.000 dapat gratis Tiket Nonton Konser. Aku pilih buku buat anak-anakku dan satu buku untukku, aku dapat dua tiket. Aku berkenalan dengan dua gadis yang satu masih kuliah S2 di UGM dengan beasiswa LPDP dan satunya sedang kerja dan keduanya belum menikah. Aku putuskan bergabung dengan mereka pada saat nonton konser nanti.

Buku yang dibeli melambangkan karakter pembelinya, itulah hasil analisaku akhirnya aku iseng bertanya ke beberapa wanita apa buku yang dibeli? dan biarkan aku menebak apa seperti apa karaternya, dan beberapa dari mereka tertawa dan mengiyakan hasil analisaku. Aku percaya apa yang kita baca secara tidak langsung itulah yang ada difikiran kita, apalagi buku favourite dan dibaca secara berulang-ulang.

Selesai shalat Magrib aku mendengar dari kejauhan suaranya Langit Sore sudah terdengar. Akhirnya aku berlari untuk melihat konser tersebut, jangan sampe ketinggalan karena semua lagunya aku hapal. Ada WA dari suamiku “Kamu Dimana?” aku jawab lagi beli buku Kalo bilang nonton konser suamiku bisa marah besar karena menurut suamiku wajahku bahagia banget kalo nonton konser dan pasti mataku enggak lepas memandang penyanyinya. (dalam hatiku ya pastinya).

Langit Sore terbentuk karena berada dilingkungan pertemanan yang sama dua anggotanya terdiri dari yaitu Kakung Triatmodjo (Vokalis) dan Arman Harjo (Rap),Kakung lebih sering dikenal sebagai vokalis dari sebuah band di Jogja. Dia biasa memainkan musik-musik alternative rock bersama bandnya dan sudah sempat menelurkan sebuah album bersama band bernama Medium dan Bariskata.

Arman lebih dikenal dengan band yang mencampurkan musik pop-punk dan hip hop (sumber :Brilio.net) Dengan lirik yang mudah dicerna dan lirik lirik simple yang sesuai dengan kehidupan cinta anak muda sehari hari, maka jadilah proyek ini yang sudah menghasilkan single perdana bertajuk ‘Apa Jadinya’. (sumber :Brilio.net)

Lirik Lagu Langit Sore yang Paling aku suka yaitu

Dan akhirnya tanpamu
Ku baik-baik saja
Tanpamu ku bisa

Malam itu aku bahagia banget, aku begitu menikmati Konsernya Langit Sore buatku Lebih sperktakuler dari Konser John Legend, karena buatku konser terbaik yang pernah aku tonton ya konser langit sore. (Karena jarak antara aku berdiri dan panggung begitu dekat trs lagunya hapal semua, berbeda dengan konser John Legend aku dapat dibelakang dan lagunya susah banget untuk dihapalkan)

Aku masih ingat saat Vokalis Langit Sore mengatakan bahwa untuk tampil seperti dipanggung ini dia harus latihan yang cukup ekstra terlihat Dua Vokalisnya terlihat Prima sekali, menyanyikan beberapa lagu tanpa terlihat capai dan nafas tidak terputus2. Menyanyikan lagunya dengan penuh cinta agar penggemarnya seneng, kebahagiaan seorang Penyanyi yaitu ketika penggemarnya puas dengan penampilannya. Sukses ya buat kalian berdua.

Menikah itu nasib, mencintai itu takdir. Kamu bisa berencana menikahi siapa, tapi tak dapat kau rencanakan cintamu untuk siapa. (Sujiwo Tejo)

Baru kali ini aku lihat penampilan Sujiwo Tejo, penampilannya sangat indah terlihat sekali Beliau begitu menyukai seni. Perpaduan yang pas antara lagu, musik dan puisi. Puisi2 tentang Rama, Sinta dan Rahwana. Kalo jadi Shinta pasti serba salah memilih Rama yang begitu dicintainya tapi sempat meragukannya atau Rahwana yang begitu mencintainya begitu tulus. Hidup memang tidak sesempurna kisah Cinderella dengan seorang Pangeran, pasti ada plus minus. Sempat aku baca ada tulisan yang isinya, harusnya Rama belajar pada Rahwana bagaimana memperlakukan wanita. Wanita itu hanya perlu dicintai banyak dan dimengerti sedikit. Menurutku takdir wanita memang dicintai, karena kalo mencintai cape hati.

“Tuhan, jika cintaku kepada Shinta terlarang. Kenapa Kau bangun begitu megah rasa itu di hatiku?” (Sujiwo Tejo)

Malam sudah semakin larut, mataku udah ngantuk banget. “Mba hati2 ya” aku melihat dua gadis di depanku, insya allah kalo takdir kita dipertemukan lagi. Esok harinya aku pulang naik kereta jam 7.00 Pagi, sesampainya di stasiun aku melihat orang2 disekitarku aku sedang berfikir kursi mana yang ingin aku duduki. aku duduk disamping Mbak2 yang usianya enggak jauh beda dengan usiaku, Mbak itu menyodorkan kue bolu. “Mbak, Mau?” semenjak aku belajar bikin bolu dan brownies, aku jadi males memakan dua jenis kue tersebut. aku pernah dirumah berjam2 hanya membuat kue. “Mbak, ini kuenya bikin sendiri loh?” yang tadinya aku enggan mengambil kue tersebut aku langsung mengambil dan menikmatinya. Seolah aku chef aku menilai kuenya dan aku kasih nilai 75. Mbak itu tersenyum mendengar semua celotehku. aku ke kereta bersama2 gerbong kami berbeda, aku berjalan sendiri ke depan.

Di sepanjang kereta aku sibuk mencari posisi untuk photo, aku kirim photoku ke sepupuku. aku pulang dulu ya, sampe ketemu lagi insya Allah tahun depan. “Photonya bagus mbak, siapa yang photoin?” aku jawab sendiri. Dasar narsis, aku tertawa karena disampingku ada pria melihat tingkah lakuku dan aku tidak tahu apa yang Pria itu fikirkan. Targetku hanya satu, punya photo yang cantik versi aku. Aku kirim photo itu ke temanku, “cantik amat, siapa yang Photo? aku jawab sendiri, kata temanku “Cape deh”

Kursi di sampingku kosong , ada Ibu yang umurnya berkisar 50 tahun duduk disampingku. Ntah kenapa aku langsung klik aja berbicara dengan ibu satu ini, kami berbicara banyak hal. akhirnya aku bertanya Ibu berasal darimana? saya dilahirkan dan dibesarkan di Sukabumi . Pantes kita begitu cocok, aku agak hapal dengan culture orang Sukabumi. Saat kecil tetanggaku banyak orang sukabumi dan sekarang mereka jadi bagian dari hidupku. Ibu itu menyodorkan Pizza, berhubung aku masih laper akhirnya aku terima Pizza tersebut. Ibu itu memperkenalkan aku dengan saudara2nya “itulah yang aku suka dengan orang sukabumi kekerabatan dengan keluarga besar begitu dekatnya” mereka semua tersenyum dan menyapaku. “Mba aku seneng ketemu kamu, kamu berkarakter” baru ada orang yang muji seperti itu. Akhirnya kami berpisah di Stasiun Pasar Senin. “Sampe ketemu lagi ya Bu, ini buat Ibu” Ibu itu kaget aku mengeluarkan sesuatu dari tasku “sebagai kenang-kenangan dari aku, sampe ketemu lagi ya Bu”

Tepat pukul 03.00 sore aku tiba di Terminal Pasar Senin, matahari masih terik. aku duduk di kursi sambil menunggu Bis yang ke Bogor. Tidak Berapa lama Bis itu terlihat, aku minta tolong kepada penjual asongan untuk membantu membawa barangku. Aku Bawa 3 Gembolan, satu tas ransel dan dua lagi tas jinjingan. Suamiku WA “Udah dimana? mau aku beliin makanan apa?” Suamiku membelikan makanan kesukaan, suamiku menunggu aku ditempat biasa. Saat turun Bis aku agak kesulitan membawa banyak barang “Mbak, saya bantu bawa tasnya” Ada pria disebelahku menawarkan bantuan, tadinya aku males meminta tolong berhubung dengan membawa 3 tas aku begitu kewalahan. “Makasih ya Mas untuk bantuannya”

Suamiku telah menunggu dengan kedua anakku. Sesampenya dirumah aku keluarkan oleh2 untuk anakku mereka begitu bahagia, disetiap tempat aku mengutamakan membelikan barang untuk mereka. “Mommy makasih ya, inget aku dimanapun” itulah Fira, selalu berhasil bikin aku tersanjung. Suamiku melihat wajahku yang agak kecapean tetapi bahagia. “Gimana perjalananmu? ntar mau kemana lagi?” aku tersenyum, “Cukup Cin, untuk tahun ini enggak ada rencana kemana2 lagi kecuali kerja” Aku tuh seneng banget lihat langit sore, aku hapal dengan semua lagunya dan ini lebih keren dari John Legend. “Kamu mau lihat videonya dan Photonya” wajah suamiku terkesan enggak tertarik dengan semua yang aku bicarakan. “Cin, makasih ya kamu mengijinkan aku pergi” suamiku tersenyum “aku seneng kalo lihat kamu bahagia”

Hal yang aku suka bukan hanya tempat yang aku tuju, tapi prosesnya hingga sampe ketujuan..

Uncategorized

Thank You For Loving Me

Perjalanan kita begitu panjang tapi semua belum berakhir kita masih harus berjuang ya Cintaku, Terimakasih sekarang perlakuanmu sangat manis padaku dulu kau begitu cuek dan terkadang tidak perduli dengan hal kecil-kecil. Sekarang kamu sangat perduli hal-hal yang bikin aku tersenyum dan bahagia, walaupun kamu sering bilang sikapmu itu bukan seperti cewek pada umumnya. Dalam hatiku bukankah itu yang bikin kamu mengejarku dan tidak ada capenya walaupun wajahku selalu dihiasi dengan kejutekan. Dari awal aku lihat kamu, aku udah bisa bayangkan akan seperti apa hubungan kita. Tapi aku berfikir ada titik dimana kita bisa ketemu dan saling support. Tetap seperti ini ya, begitu perhatian dengan hal-hal yang kamu anggap kecil dan buatku itu sangat berarti.

Thank you for loving me
For being my eyes
When I couldn’t see
For parting my lips
When I couldn’t breathe
Thank you for loving me
Thank you for loving me (Bon Jovi)

Uncategorized

Profil Wirausaha (Rizka Rahmatiana)

Habiskan dulu jatah gagalmu, baru kamu akan sukses

(Riezka Rahmatiana)

Perkenalan dengan Rizka di Tahun 2011, berawal dari mengajar Kewirausahaan. Terdapat materi mencari role model dan memberikan tugas kepada murid-murid untuk bercerita di depan kelas tentang Pengusaha yang mereka kagumi dan sikap apa yang dapat dicontoh. Pada saat itu ada yang bercerita Merry Riana, Bob Sadino, Bill Gates dan salah satu murid bercerita mengenai Rizka Rahmatiana. Nama itu buat aku asing banget saat aku lihat photonya, wanita ini cantik dan imut akhirnya aku googling menemukanlah Facebooknya. Akhirnya aku mengirimkan pesan singkat pada hari senin yang isinya mengajak ketemu di hari Sabtu dan dia jadi pembicaranya dengan budget seadanya saat itu. Tidak berapa lama Rizka membalas pesanku dan mengiyakan tanpa menanyakan honor. Akhirnya langsung aku buat banner dan tempat acara dengan seadanya yang terpenting saat itu targetku yaitu agar Rizka menjadi Role Model untuk anak didikku.

Pada Hari Sabtu Pukul 09.00 aku janjian untuk ketemu di KFC Branang siang, sesuai bayanganku Rizka begitu cantik dan imut seperti Model Andara Early. “Kamu cantik banget sih Rizka, seperti Andara Early” Rizka tersenyum malu2. Mba aku ke toilet ya “Mau aku anter” “enggak usah aku sendiri aja” Penilaian saat pertama melihat Rizka yaitu cantik, energik dan mandiri. Sepanjang jalan kami bercerita banyak hal. Anak didikku begitu bersemangat melihat Rizka Rahmatiana, ketika Rizka Rahmatiana presentasi semua anak didikku diam dan terkagum-kagum. Jujur hari itu aku puas banget dengan acara yang cukup sederhana dan pesannya tersampaikan kepada anak didikku.

Sebelum pulang aku ajak makan Rizka di salah satu restaurant ternama di Bogor, kami makan berempat seperti double date. Disepanjang makan siang banyak hal yang kami bicarakan hal yang ringan, sesekali kami menggoda salah satu SPGnya dengan mengetes seberapa paham mereka akan tempat magang mereka. Seru banget hari itu banyak hal yang aku dapat, kata suamiku “gila ya kamu bayar berapa Rizka kok dia mau, jarak antara Bandung dan bogor itu tidaklah dekat, kamu taukan hari Sabtu betapa macetnya diperjalanan” dalam hatiku suatu hari nanti aku akan bales dengan tenagaku ntah kapan aku akan ketemu dia lagi.

Siapa Rizka Rahmatiana?

Riezka Rahmatiana merupakan  owner Ezka Giga Pratama Founder Just mine pisang ijo. Lahir di Mataram, 26 Maret 1986. Prestasi Yang Pernah di raih, menjadi pemenang Young Caring Professional Award 2011, ia juga pernah menjadi juara 2  Wirausaha Muda Mandiri tingkat Jawa Barat 2008,  Finalis Wirausaha Mandiri tingkat nasional 2008,  terpilih sebagai Pemuda berprestasi bidang Ekonomi dan Kemakmuran 2010, Best UKM Award Spirit Entrepreneurship 2010, dan Satya karya Adisiswa Padjadjaran 2010.

Persahabatan kami berdua tidak hanya sampai disitu, Tahun 2012 pada saat aku kerja di Bandung aku sempatkan untuk bertemu dengan Riezka. Aku masih ingat pada saat itu Bulan Juli aku janjian dengan Rizka, tapi karena sibuk kerja aku bisa bertemu dengannya sehabis Magrib. Kata Suamiku “dari tadi Sore banyak yang Nelp Riezka demi kamu, Rizka membatalkan semua”.

Pada tahun 2016 Tepatnya Bulan April hari Kamis untuk tanggal saya agak lupa, Rizka Telephone minta tolong untuk aku jadi Photographer acaranya. Jujur kalo bukan karena Rizka aku males untuk jadi Photographer, Photography hanya sekedar gambar yang aku abadikan dan tidak ingin aku lupakan. Buatku kenangan indah itu suatu hal yang bukan untuk dibagikan ke orang lain tapi untuk dirasakan terkadang dengan melihat photo seperti telempar pada dimensi lain, kenangan tetap ada walaupun sekeliling telah berubah. Sebelum acara aku ketemu Rizka, aku teringat dengan Aquino Umar akhirnya aku wa untuk ketemu bertiga. Kami bertiga berbicara banyak hal aku ketemu ngobrol dengan dua orang yang sangat famous, semua makanan yang bayar Aquino. Hari itu Aquino Umar begitu bahagia ketemu Rizka, katanya moment ini enggak bisa dinilai drngan uang begitu banyak ilmu yang di dapat dari Rizka. Aku tersenyum bahagia, misiku tercapai. Karena kesibukan kami bertiga moment untuk ngobrol bertiga sangatlah langka. Aku kangen masa dimana banyak waktu luang untuk mengobrol dan bertukar fikiran atau saling mendukung.

Pada tahun 2017, Rizka menelphone dari Bali. Mba bisa bantu aku enggak?aku lagi dibali. Bantu apa jawabku, lalu Rizka menjelaskan dan aku langsung mengiyakan. Bersyukur saat itu ada beberapa timku yang bisa diandalkan. Buatku acara ini paling spektakuler, biasanya aku hanya jadi penonton seolah aku memerankan sebagai penggantinya Rizka. Kurang lebih hampir seminggu aku membantu Rizka, saat itu aku ikut meeting dan bertemu dengan beberapa pengusaha. Kesempatan itu tidak aku lewatkan untuk mewawancarai pengusaha-pengusaha. Para pengusahanya balik nanya, Pertanyaan mereka yaitu sahabat Rizka dimana? Jawabku singkat ya sahabat aja, enggak satu kampus karena Rizka usianya jauh dibawahku. Banyak hal yang aku pelajari dari sosok Rizka, cantik, pinter, mandiri, kuat dan lincah. Bersyukur beberapa kali dipercaya untuk membantu kamu, kemarin sempat beberapa kali menolak untuk membantu kamu lagi. Bukan karena tidak mau, waktunya telah susah banget karena buatku kalo udah bilang iya kita harus total membantunya. Ibuku selalu bilang tidak ada alasan untuk bekerja tidak berkomitmen, sekali bilang iya harus diselesaikan jangan hanya mau memulainya saja.

Uncategorized

Sarapan Denganmu

Aku dan Dia berkenalan dengan tidak sengaja, perkenalan yang diawali dengan titik yang sama menunggu Bis Jemputan. Hampir setiap hari dia berlalu tepat dihadapanku, “dalam hatiku ini cewek tinggi amat ya” Ketika aku ambil Raportnya Bintang, Lah ketemu dia lagi. Dimanapun kok ada dia ya, akhirnya aku beraniin untuk menyapa duluan. “maaf Mba, kemarin aku melihat Mba disekolah anakku” Ternyata anaknya bersekolah, disekolah yang sama dengan anakku dan rumah kami berdekatan aku bisa lihat rumahnya dari rumahku. Semenjak itu setiap kali bertemu pasti ada aja yang kami bahas, seolah takdir ketika acara disekolah Bintang, kami selalu dipertemukan dan duduk bersebelahan. Tinggimu, cantikmu, kelincahanmu, dan gaya bicaramu yang ceplas ceplos dan apa adanya sangat mengingatkanku pada Nenk Dewi. Kalian sama2 wanita sunda yang satu sukabumi dan yang satunya bandung.

Aku sangat suka ketika kamu bercerita tentang banyak hal, kamu yang sangat suka menganalisis banyak hal, “mba aku mau beli buku buat anak, Mba Mau nitip yang mana?” “aku beli yang kamu beli” trus dia tertawa. Setiap kali yang kamu lakukan pasti telah dipertimbangkan masak2.

Pada Hari Selasa Tanggal 6 Agustus 2019, aku menunggu bis seperti biasanya ternyata Pak Supirnya sakit akhirnya aku punya ide kenapa enggak ikut jemputannya yang dinaikin oleh tetanggaku. Begitu bahagianya aku melihat wajahnya, “Mba aku ikut jemputanmu ya trs satu lagi teraktir aku makan dikantormu” Harusnya aku manggil dia bukan Mba, karena usianya jauh dibawahku. Kayaknya Manggil Nenk aja. Temanku ini kerja disalah satu kantor Auditor. Sepanjang sarapan kami berdua bercerita banyak hal, bercerita mengenai lingkungan rumah dan membahas group komplek kami dan ternyata tempat curhat kami sama. Tapi aku sebal kenapa harus bahas kalori, dalam hatiku dia sekurus itu aja masih menjaga makanan dan rajin berolahraga. Aku berasa hari itu diperhatikan banget oleh si Nenk ini, makasih ya Nenk untuk sarapannya. Nenk ini pun menunggu aku hingga mendapatkan Gojek, “udah masuk sana” Nenk ini tertawa menunggu aku berlalu dihadapannya.

Sepanjang dikantor aku pandangi wajah yang semakin menggemuk tapi kalo diet kayaknya enggak bisa. Buatku makan itu salah satu surga dunia, aku sangat menghargai makan2 enak karena disajikannya pasti dengan cinta. Mulai merayu suamiku agar aku di ijinkan fitness “maaf ya cin, untuk itu aku tidak memperbolehkan”

Uncategorized

Kembali ke titik itu

Pada awal april 2019 sampe dengan tanggal 15 April, aku bingung apa yang terjadi dengan diriku. Kata bapakku dan suamiku aku disuruh ke psikiater atau diruqyah, saat itu dalam hatiku kayak enggak punya Tuhan. Bukan begitu kata bapakku, kamu tuh stress dan suamiku juga bilang kamu harus diruqyah ada yang salah pada dirimu. Buatku serahkan semua aja ke Allah, Allah tau yang terbaik buat hambanya. Memang saat itu aku lagi enggak pengen apa2 selain shalat, ngaji dan bersih2 rumah. Suamiku sampe bingung kamu enggak ada capenya nyuci baju dan bersih2 rumah, dalam hatiku please kalian jangan cerewet kepala aku lagi ruwet..😁.. Aku sangat suka menyuci baju dengan menggunakan tangan. Itu cara aku untuk melampiaskan kekecewaan dan kesedihan dalam hidup, seakan aku enggak butuh siapapun aku hanya butuh untuk memulihkan energiku seperti sedia kala itu aja.

Setelah rasa sedih dan kekecewaan itu hilang, aku ingin ketempat yang bikin aku bahagia. Aku ketempat itu seolah aku bisa merasakan apa yang aku rasakan dulu, perasaan bahagia dan perasaan mempunyai sahabat dan aku agak lupa apakah benar dia yang menemaniku waktu kecil. Aku hanya ingat ada seorang sahabat atau teman yang waktu kecil menemaniku main sepeda, minjemin beberapa kaset, main kartu dan main catur dan kita pernah punya usaha bikin penyewaan majalah dengan kotak uang yang diberinama kita berdua, satu lagi manjat tembok untuk sampe ke atap genteng. Dia selalu lihat wajahku, kalo wajahku lagi cemberut kamu langsung pergi tanpa ingin berlama2 denganku. Ternyata moment2 itu terekam indah di fikiranku, terimakasih udah jadi sahabatku dimasa kecil.

Akhirnya aku cari nomer HPmu, Aku penasaran kamu atau kakakmu yang selalu menemaniku waktu kecil. Ternyata memang kamu, Bahagia bisa berbincang2 yang enggak penting terakhir kita berbincang udah lama sekali, katamu kamu lupa dengan masa kecil kita, aku terdiam terserah kamu kalo memang lupa ya udah. Terimakasih telah memberikan kenangan yang begitu indah, sekarang semua telah berbeda kamu dengan jalanmu dan aku dengan jalanku. Satu kesamaan kita, sama-sama terdampar dikeuangan, gaya bahasamu dalam membalas chatku masih sama seperti waktu kecil selalu cuek dan apa adanya.

Di depan teras rumah
Fana merah jambu, ku berdua
Momen-momen tak palsu
Air tuhan turun, aromamuTersalurkan aliran syaraf buntu
Martin tua media pembukaBerdansa sore hariku
Sejiwa alam dan duniamu
Melebur sifat kakukuHal bodoh jadi lucu
Obrolan tak perlu kala ituTersalurkan aliran syaraf buntu
Martin tua media pembuka (Fana Merah jambu – Fourtwnty)

Uncategorized

Sempitnya Duniaku

Pada tahun 2009 usia pernikahanku menginjak tahun kedua akantetapi belum juga dikarunia anak, daripada kepala tambah pusing sehabis pulang kantor aku mampir ke Mall Botani Square, jarak Mall dan rumah tidak terlalu jauh saat itu letak rumahku dipusat kota Bogor. Dimall itu kerjaanku hanya makan sendiri kadang kalo bosen aku kerumah sahabatku yang letaknya dibelakang Mall. Ternyata dikejauhan ada yang memperhatikanku “Fia, perasaan setiap kali gw lihat lu di Botani Square kerjaanmu cuman makan di tempatnya sama” saya tertawa mendengar omongan temanku itu “dalam hatiku, apa urusannya dengan lu”

Gerai Kosmetik menjadi hiburanku, mataku tertuju pada salah satu gerai Kosmetik lokal yang paling terkenal di Indonesia dan salah satu SPGnya yaitu wanita sunda yang cantik banget bernama Isma. “Isma, Matamu Indah banget ya. ajarin aku dong” Dari dulu aku punya ambisi bisa menggunakan bulu mata palsu jadi kalo ke pesta semua mata tertuju pada mataku tapi lebih tepatnya saat ke Pesta aku enggak usah kesalon semua bisa dilakukan sendiri intinya aku enggak mau tergantung orang karena kalo tergantung orang lain banyak energi yang keluar dari hasil analisa aku. Akhirnya kami berdua menjadi seperti seorang sahabat, sahabat yang bukan arti sebenarnya. Jika temanku butuh untuk jasa makeup aku beri nomer HPnya, sempat demo makeup sekali dirumah Dinda. Setelah itu hubunganku jauh, pada bulan Oktebor 2018 aku butuh jasa Makeup untuk demo dikomplekku akhirnya aku teringat dengan Isma.

Seperti biasanya Isma selalu tepat waktu, kami seperti sepasang sahabat yang sudah lama tidak bertemu kurang lebih 8 tahun. Saat demo kami berdua saling memuji dan tertawa, seperti biasa sebelum pulang aku merapihkan bekal buat Isma. Keesokan harinya Isma wa, “Mba Kenal suamiku enggak?” coba kirim Photonya. Aku tertawa tidak percaya bahwa suaminya Isma adalah sahabatku waktu SMA “dia sahabatku waktu SMA” Duniaku sempit banget.