Uncategorized

Jaket Baru

3 Minggu yang lalu saya di ajak suami ke mall, katanya kamu pilih baju yang kamu suka sayang. Ada satu hal yang bikin suami tambah cinta, katanya ada kejadian yang bikin dia takut kehilangan. “kalo enggak ada kamu, apa jadinya aku” aku jawab kemana aja kamu” trs kalo aku ngajakin kamu backpacker kamu mau dong “kalo itu tetap aku enggak mau” katanya cinta..hahahahahha….

Ketika aku melihat baju di mall harganya kok mahal ya, karena ada salah satu mall di bogor dengan budget 150 aku dapat baju yang lumayan bagus malah kadang dibawah itu. Akhirnya aku memutuskan untuk tidak membeli baju, pandanganku tertuju pada jaket parasut berwarna hijau.

Saat membeli jaket aku membayangkan jalan2 di antara hijaunya pepohonan bersama sahabat yang aku anggap adik. Suamiku bertanya apa alasan kamu membeli jaket “ntah kapan aku pengen ke Jawa timur bersama sahabatku, keinginan itu udah dari kecil tapi saat itu aku belum tau alasan kenapa harus kesana”

Buatku sesuatu hal itu perlu alasan kecuali kebaikan, karena berbuat baik harus dari hati dan itu hubungannya dengan Allah bukan manusia. Dengan bahagianya aku wa sahabatku “adek, suatu hari nanti temani teteh jalan2 ya” “kemana teh?” “ke Jawa Timur” sahabatku ini dengan senengnya langsung menjawab “teteh aku belum pernah ke jawa timur”

Tahun ini satu Kakekku dari adeknya nenekku meninggal, berarti di Klaten udah enggak ada Kakek dan Nenek lagi. Untuk sementara ini aku ingin mudik ketempat lain, ternyata bapakku itu bukan asli Klaten ya beliau berasal dari Jawa Timur. Setelah itu aku ingin ke tempat2 garis keturunan anakku…Jujur aku suka sekali sejarah, menurutku gen dan lingkungan membentuk karakter sesorang..

Klaten buatku tetap rumah yang akan selalu aku tengokin karena semua saudaraku disana dan ada satu mimpiku tertinggal disana, semoga aku dan anak2 bisa mengwujudkannya.. Aamiin..

Uncategorized

Perasaan Wanita

Banyak yang bilang sisi maskulin saya lebih mencolok dibandingkan sisi kewanitaan saya, Bapak saya selalu bilang kamu tomboy dan suami saya bilang kamu orang yang kuat dan enggak cengeng secara dirumahkan gw enggak banyak mengeluh kata suamiku.

Tetap aja pada saat tertentu bukan hanya ingin dimengerti tapi ingin ada orang yang bisa ikut merasakan apa yang aku rasakan. Terkesan egois tapi itu keinginan aku saat ini, sampe akhirnya ada salah satu sahabat saya dari Malang WA.

Saya pancing perasaannya diposisi jabatannya saat itu, dengan jelas dia menuliskannya lalu saya balas Chatnya akhirnya ada yang bisa merasakan posisi saya saat ini trs dia hanya membalas tertawa. Ternyata saya tidak sendiri, setidaknya ada satu orang yang memiliki sudut pandang yang sama. Terkadang semesta mempertemukan sahabat seperti cermin, karakternya tidak jauh beda.

Uncategorized

Tenyata ada yang lebih galak

Akhir2 ini banyak yang bilang aku galak banget, menurutku biasa aja kata luqman aku orang yang sangat emosional. Karena buatku kalo masalah harus diselesaikan pada tempatnya jangan dibawa kerumah. Udah komitmenku dengan  suami dirumah harus happy tidak ada wajah cemberut.

Ceritanya Pada Hari Jumat Pukul 14.50, aku menegur temanku dengan membawa dasarnya akantetapi menurut temanku  bahwa opininya itu yang benar. Temanku mengajak diskusi dengan dua orang temanku  dan mereka jauh lebih mengerti.  akhirnya kami berdua turun kebawah meminta penjelasan, kami menjelaskan tidak secara detail hanya garis besarnya saja. Diluar dugaan aku, kedua temanku mempunyai persepsi yang sama padahal sebelumnya kita tidak ada pembicaraan sama sekali. Aku sampe meluk, “makasih ya Teh aku makin sayang dengan kalian. ” “memangnya aku ngapain kamu nenk?,  kayaknya aku enggak ngomong apa2” “setidaknya dari banyak orang yang menghujat aku, kalian  yang masih percaya sama aku itu udah bikin terharu. ”  Kalo bahasa suamiku itu namanya bonding, ikatan yang tercipta karena dibangun terus menerus dengan jangka waktu yang lama, karena tanpa  berbicara kita tahu apa yang kita rasakan.

Pertanyaan temanku muter2 membuat emosi dua temanku ini. Jujur aku enggak pernah lihat wajah mereka berdua seemosi itu, kata temanku wajahku begitu ketakutan melihat mereka. Jujur aku shock banget, aku belum pernah lihat mereka seemosi itu.. Dalam hatiku masih ada orang yang lebih galak dari aku… Pantes dalam bersahabat kita cocok, sama2 galak. Tapi aku sayang dengan kalian, kalian begitu baik dan perhatian. Semoga persahabatan kita awet selamanya, setidaknya perjuangan kita sekarang ini yang akan mengikat kita nanti dimasa tua.