Uncategorized

Sempitnya Duniaku

Pada tahun 2009 usia pernikahanku menginjak tahun kedua akantetapi belum juga dikarunia anak, daripada kepala tambah pusing sehabis pulang kantor aku mampir ke Mall Botani Square, jarak Mall dan rumah tidak terlalu jauh saat itu letak rumahku dipusat kota Bogor. Dimall itu kerjaanku hanya makan sendiri kadang kalo bosen aku kerumah sahabatku yang letaknya dibelakang Mall. Ternyata dikejauhan ada yang memperhatikanku “Fia, perasaan setiap kali gw lihat lu di Botani Square kerjaanmu cuman makan di tempatnya sama” saya tertawa mendengar omongan temanku itu “dalam hatiku, apa urusannya dengan lu”

Gerai Kosmetik menjadi hiburanku, mataku tertuju pada salah satu gerai Kosmetik lokal yang paling terkenal di Indonesia dan salah satu SPGnya yaitu wanita sunda yang cantik banget bernama Isma. “Isma, Matamu Indah banget ya. ajarin aku dong” Dari dulu aku punya ambisi bisa menggunakan bulu mata palsu jadi kalo ke pesta semua mata tertuju pada mataku tapi lebih tepatnya saat ke Pesta aku enggak usah kesalon semua bisa dilakukan sendiri intinya aku enggak mau tergantung orang karena kalo tergantung orang lain banyak energi yang keluar dari hasil analisa aku. Akhirnya kami berdua menjadi seperti seorang sahabat, sahabat yang bukan arti sebenarnya. Jika temanku butuh untuk jasa makeup aku beri nomer HPnya, sempat demo makeup sekali dirumah Dinda. Setelah itu hubunganku jauh, pada bulan Oktebor 2018 aku butuh jasa Makeup untuk demo dikomplekku akhirnya aku teringat dengan Isma.

Seperti biasanya Isma selalu tepat waktu, kami seperti sepasang sahabat yang sudah lama tidak bertemu kurang lebih 8 tahun. Saat demo kami berdua saling memuji dan tertawa, seperti biasa sebelum pulang aku merapihkan bekal buat Isma. Keesokan harinya Isma wa, “Mba Kenal suamiku enggak?” coba kirim Photonya. Aku tertawa tidak percaya bahwa suaminya Isma adalah sahabatku waktu SMA “dia sahabatku waktu SMA” Duniaku sempit banget.

Advertisements
Uncategorized

Tepat dua tahun lalu

Tanggal 19 Mei 2019 tepat dua tahun kepergian Nenk cantik, setiap kali aku melihat telkomsel selalu ingat dirimu. Beberapa kali kita berangkat ke kantor sama2, biasanya kita bercanda  tertawa dan bermimpi mengenai apa yang ingin kita capai. Jujur baru tahun ini aku benar2 ikhlas dengan kepergianmu, aku berasa masih punya janji kepada dirimu,  saat itu kita punya janji untuk ketemu. Aku menyesal kenapa harus menunda waktu untuk ketemu Nenk, 5 tahun terakhir sebelum kepergianmu frekuensi kita untuk ketemu udah jarang. Walaupun kita jarang ketemu, aku selalu kangen dengan Nenk. 

Photo2mu masih aku simpan rapih di album photoku, memang dari dulu aku begitu sayang kepadamu seolah2 kamu benar2 adikku. Tatapan matamu dan aura kebaikanmu masih sangat nyata aku rasakan. Aku sadar kerasnya hidupmu membentuk pribadi yang sangat sempurna cantik dan baik, saat kita kecil aku selalu mengintip dirimu disela-sela jendela dalam hatiku saat itu “Bahagianya punya adik sepertimu, cantik pake baju apa cocok” perbedaan usia 6 tahun membuat kita tidak bisa dekat, sampai akhirnya ketika kita sama2 dewasa banyak kesempatan untuk kita bercerita banyak hal. Dulu ibumu selalu bilang “kalian berdua itu cocok sebagai sahabat”  Ditahun 2007 saat suamiku tugas diluar, rumahmu menjadi salah satu tempat nyaman untuk aku beristirahat.

erlalu keras aku kepadamu membuat aku menyesal, tapi itu semua karena aku sayang sama kamu nenk cantik. Jalan-jalan menyelusuri kota Bogor dan menghadiri seminar2 wirausaha itu sering kita lakukan dan buku wirausaha yang kita beli 10 tahun lalu masih aku simpan rapih. Untuk saat ini hanya doa yang bisa aku kirim dan kebaikan2mu aku contoh semoga jadi amal jariyahmu ya Nenk cantik.. Insyaallah kita ketemu nanti di surga Allah.

Uncategorized

Tenyata ada yang lebih galak

Akhir2 ini banyak yang bilang aku galak banget, menurutku biasa aja kata luqman aku orang yang sangat emosional. Karena buatku kalo masalah harus diselesaikan pada tempatnya jangan dibawa kerumah. Udah komitmenku dengan  suami dirumah harus happy tidak ada wajah cemberut.

Ceritanya Pada Hari Jumat Pukul 14.50, aku menegur temanku dengan membawa dasarnya akantetapi menurut temanku  bahwa opininya itu yang benar. Temanku mengajak diskusi dengan dua orang temanku  dan mereka jauh lebih mengerti.  akhirnya kami berdua turun kebawah meminta penjelasan, kami menjelaskan tidak secara detail hanya garis besarnya saja. Diluar dugaan aku, kedua temanku mempunyai persepsi yang sama padahal sebelumnya kita tidak ada pembicaraan sama sekali. Aku sampe meluk, “makasih ya Teh aku makin sayang dengan kalian. ” “memangnya aku ngapain kamu nenk?,  kayaknya aku enggak ngomong apa2” “setidaknya dari banyak orang yang menghujat aku, kalian  yang masih percaya sama aku itu udah bikin terharu. ”  Kalo bahasa suamiku itu namanya bonding, ikatan yang tercipta karena dibangun terus menerus dengan jangka waktu yang lama, karena tanpa  berbicara kita tahu apa yang kita rasakan.

Pertanyaan temanku muter2 membuat emosi dua temanku ini. Jujur aku enggak pernah lihat wajah mereka berdua seemosi itu, kata temanku wajahku begitu ketakutan melihat mereka. Jujur aku shock banget, aku belum pernah lihat mereka seemosi itu.. Dalam hatiku masih ada orang yang lebih galak dari aku… Pantes dalam bersahabat kita cocok, sama2 galak. Tapi aku sayang dengan kalian, kalian begitu baik dan perhatian. Semoga persahabatan kita awet selamanya, setidaknya perjuangan kita sekarang ini yang akan mengikat kita nanti dimasa tua.