Uncategorized

Kau yang pernah hadir

Kamu salah satu anak didik kesayanganku, kita pernah punya mimpi untuk membuat usaha yang sesuai passion dan dapat mendatangkan untung. Terkadang kesempatan tidak datang 3 kali, aku memberikan kesempatan dua kali buat kamu. Kamu udah Ibu anggap seperti anakku, dengan melihatmu sukses bisa berdiri sendiri dengan kakimu itu kebahagiaan yang tak ternilai.. Tapi ketika aku memberikan pilihan untuk kamu merubah sikap, Ibu enggak suka lihat kamu jadi gamer. Kamu lebih milih gamer dibanding Ibu.  Semenjak itu, aku biarkan kamu memilih jalan hidupmu sendiri. Perasaan Ibu ke kamu tetap sama, Ibu yang selalu pengen anaknya bahagia tapi untuk pekerjaan Ibu tidak bisa lagi memberikan kesempatan. Mudah-mudahan kamu bisa mendapatkan kebahagiaan ditempat lain, semoga sukses selalu anakku. Biar kamu belajar mengahargai sesuatu yang pernah hadir, karena setiap orang yang baik sama kita tidak akan pernah tergantikan mereka punya posisi di hati kita.

“Hargailah orang-orang yang dengan tulus menyayangi kita, suatu hari nanti kita pasti merindukannya”

 

Uncategorized

Selamat Jalan Andriani Dewi

Pada tanggal 19 Mei 2017, perasaanku pagi itu sepertinya enggak enak. Hari itu aku tugas ke Kebun Raya Bogor, Happy banget ketemu teman-teman jarang buka HP. Ternyata ada panggilan tak terjawab dari Ade Riska. Aku pikir palingan hal yang enggak penting, kalo penting pasti akan kirim pesan. Keesokan Paginya, Ade Riska Telp lagi. Teh, Dewi meninggal? Ade bilang apa, Dewi siapa?. Riezka kembali menegaskan “Andriani Dewi Teteh!” aku langsung lemas, Pada tanggal 30 April aku dan Nenk Dewi masih WAan dan kita punya resolusi habis lebaran ingin lebih cantik dan yang pasti lebih sehat. Dewi selalu aku panggil Nenk Dewi (Panggilan sayang untuk orang sunda). Mendengar itu aku langsung menanggis, Kayak mimpi kita tidak akan ketemu lagi. Nenk Dewi merupakan tetanggaku di Pabaton Indah Bogor, Nenk Dewi aku anggap seperti adikku. Nenk Dewi cantik banget, badannya tinggi dan berkulit putih dan hatinya seindah bentuk fisiknya. Kalo ngobrol dengan Nenk Dewi enggak pernah bosen, kita bisa berjam2 ngerumpi. Ngerumpi Makeup, Bisnis dan hal-hal yang enggak penting. Hati Nenk Dewi begitu baik enggak ada persaan iri terhadap orang lain sifatnya sangat penyayang. Kata-Kata Terakhir di saat aku sakit.

“Dedikasi boleh, tapi kita harus tau kapasitas diri kita”

Selamat jalan Nenk Dewi sayang, banyak hal yang kau ajarkan pada teteh. Tidak pernah iri, pekerja keras dan yang pasti begitu sayang ama keluarga. Banyak kenangan yang telah kita lewatkan, Sampe ketemu lagi sayang. Love U So Much…